Graffiti adalah coretan-coretan pada dinding yang memadukan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menginterpretasikan kata, simbol, atau slogan tertentu. Alat yang digunakan untuk membuat graffiti biasanya cat semprot kaleng atau yang lebih dikenal dengan sebutan pilox. Namun graffiti bisa juga dibuat dengan menggunakan sapuan kuas cat atau kapur. Fungsi graffiti secara universal adalah menyampaikan bahasa rahasia dalam suatu kelompok tertentu, sarana penyampaian ekspresi melalui gambar yang dihasilkan, atau belakangan ini menjadi saran promosi bisnis suatu
Kamis, Oktober 27
SEJARAH GRAFFITI
Graffiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur. Ingat, tulisannya pakai huruf F, bukan P, nanti jadinya grappiti.
Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, graffiti digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.
Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.





